SIM Tambahan pertemuan 5

Jenis Peramalan

  • Terdapat 2 jenis peramalan, yaitu :
  1. Peramalan Jangka Pendek
  2. Peramalan Jangka panjang

 

  • Peramalan jangka pendek dilakukan oleh area-area fungsional untuk memproyeksikan penjualan untuk masa depan yang singkat, seperti 1 sampai 3 tahun mendatang.

 

  • Peramalan jangka panjang dilakukan oleh suatu area diluar pemasaran (yaitu fungsi keuangan atau kelompok khusus perencanaan strategis).

Metode Peramalan

  • Terdapat 2 metode peramalan, yaitu :
  1. Metode Kuantitatif
  2. Metode Non-Kuantitatif

 

  • Wajar, banyak orang beranggapan bahwa peramalan hanya melibatkan metode kuantitatif, tetapi semakin banyak pula perhatian yang diarahkan pada metode-metode non-kuantitatif, seperti teknik konsensus panel, metode delphi, dan sistem rapat elektronik
  1. Metode Kuantitatif
  • Salah satu metode kuantitatif yang terkenal adalah analisis regresi.

 

  • Analisis Regresi melibatkan pembuatan suatu hubungan antara kegiatan yang akan diramal (variabel terikat / dependent variable) dengan kegiatan yang lain (variabel bebas / independent variable).

 

  • Kegiatan yang akan diramal tergantung pada kegiatan yang lainnya.
  1. Metode Non-Kuantitatif
  • Metode peramalan non-kuantitatif tidak melibatkan perhitungan data, tetapi didasarkan pada penafsiran subyektif.

 

  • Peramalan semacam ini merupakan hasil dari pengertian yang mendalam mengenai bisnis karena pengalaman bertahun-tahun.

 

  • Banyak manajer sangat baik dalam pendekatan non-kuantitatif.
  • Beberapa perusahaan telah membuat sistem formal yang memasukkan metode non-kuantitatif.

 

  • 3 sistem formal seperti itu adalah :
  1.              Konsensus panel
  2.              Metode Delphi

iii.            Sistem Rapat Elektronik

  1. Teknik Konsensus Panel
  • Teknik konsensus panel terdiri dari sekelompok pakar yang secara terbuka mendiskusikan faktor-faktor berkaitan dengan masa depan dan mencapai proyeksi tunggal berdasarkan kombinasi input (masukan) dari pertemuan tersebut.

 

  • Pertemuan semacam ini bergantung pada dialog tatap muka dalam ruang konferensi.
  1. Metode Delphi
  • Metode Delphi melibatkan sekelompok pakar yang tidak bertemu secara langsung, tetapi dengan hanya menyerahkan jawaban atas sejumlah kuisoner yang disiapkan oleh seorang koordinator.

 

  • Setiap putaran kuisoner menyatukan input (masukan) dari kuisoner putaran terdahulu. Jadi, secara bertahap isi kuisoner selalu diperbaiki

iii. Sistem Rapat Elektronik

  • Sistem rapat elektronik (electronic meeting system / EMS) merupakan contoh penerapan pendekatan sistem pendukung keputusan kelompok (Group Decision Support System / GDSS) bagi peramalan.

 

  • Sistem rapat elektronik menggunakan ruang keputusan yang berisi berbagai macam alat elektronik guna memudahkan komunikasi para peserta rapat.

 

 

 Sifat Pekerjaan Auditor Internal

  • Sifat pekerjaan auditor internal dalam perusahaan :

 

  1. Obyektivitas
  2. Independen

 

  • Auditor internal bekerja secara independen (berdiri sendiri) terhadap unit-unit fungsional perusahaan dan tidak memiliki ikatan dengan perorangan atau kelompok dalam perusahaan.

 

  • Tanggung jawab mereka hanya kepada Direksi, CEO dan CFO.
  • Untuk mempertahankan obyektivitasnya, auditor internal menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan tanggung jawab operasional atas sistem yang mereka bantu kembangkan.

 

  • Mereka bekerja secara tegas dalam kapasitas sebagai penasihat dengan membuat saran-saran kepada manajemen dan manajemen memutuskan apakah akan menerapkan saran tersebut atau tidak.

 

  • Dengan demikian, auditor internal bekerja dengan cara yang sama seperti analis sistem.

iii.  Pengetahuan dan Keahlian Auditor Internal

  • Auditor internal tidak selalu berasal dari jurusan akuntansi di universitas, tetapi juga berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, sehingga mereka perlu mengikuti pelatihan selama beberapa tahun.

 

  • Dengan demikian, auditor internal, seperti halnya spesialis informasi, dapat memberikan berbagai tingkat kontribusi pada proyek sistem berdasarkan :
  1. Pendidikan
  2. Kemampuan Khusus
  3. Pengalaman
  4. Jenis-Jenis Kegiatan Auditor Internal
  • Auditor internal dapat terlibat dalam 4 kegiatan dasar audit internal, seperti :

 

  1. Audit Keuangan
  2. Audit Operasioanal
  3. Audit Kesesuaian
  4. Rancangan Sistem Pengendalian Internal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s